ngidol VS MLM…!!!

fire, tiger, jaiba, saiba, ngoahahhah, itu yel yel atau chant para wota di seluruh indonesia, siapa sangka yel yel ini sering terdengar ricuh, dilihat saat saya meresmikan sesuatu produk komersial dengan JKT48, pasti banyak wotanya, dan wotanya ini yang di tunggu ya idolanya, begitu sang idol pergi, maka acara mendadak sepi, kemudian para wota sibuk mojok tukeran PP? mirip dengan MLM ya mirip, bedanya mlm chant andalanya kalo gak sukses, freedoom, kaya, dan sebagainya, teriak teriak seperti wota, begitu leadernya berlalu lalang, ya hilang keramaianya, pada sibuk mojok di presentasiin leader, tukeran brosur. mirip kan?

ngelawak_gan

karena mirip itu, saya akan coba bandingkan antara ngidol khusunya JKT48 vs MLM, disini cuma sekedar joke saja, tapi percayalah member MLM tidak ada yang secantik member jkt48, kalopun ada biasanya sudah di tikung sama leadernya sendiri, dengan embel embel sukses, (yah tapi tenang saja kayanya sih 50% leader MLM itu homo, dan 50% sisanya ya pasanganya) ngoahahhah. kalau tanya artikel ini tidak mutu, ya karena memang saya mencoba menurunkan tingkat frekuensi kebatas ambang kecerdasan member dan leader MLM garis keras, nah daripada ba bi bu, mending kita bahas bareng bareng

Baca lebih lanjut

satu hal yang identik dengan pandangan member MLM pada produknya

wadudut, judulnya panjang, yah wajar, soalmya saya sendiri juga binggung mau nyingkatnya gimana, tetapi yah tidak apa panjang, bukanya semakin panjang judul tidak mencerminkan isi yang panjang dan bertele tele? iya tho? nah di sini sebenernya cuma bahas tentang member MLM memandang produk MLM itu sendiri, yang di pandang ya produk MLMnya sendiri, bukan produk MLM orang lain, atau produk MLM milik siapa, melainkan yah produk MLM yang mereka ikuti, dan kenapa itu penting? karena anda akan tahu betapa parahnya hidup anda jika bergaul dengan member MLM dan membicarakan produk yang nyerempet nyerempet jenisnya dengan produk MLM yang dia ikuti, walau, yah bisa di bilang awalnya anda tidak pernah membicarakan tentang MLM.

1397641_467122823410160_940445212_o

pernah gak, anda membicarakan mengenai produk, misalkan deposit pulsa, produk herbal, suplemen luar negeri, atau obat penyakit seperti diabetes, dan biasanya member MLM akan nyeletuk mempromosikan produk MLM mereka, yah, padahal awalnya boro boro bahas MLM, nyerempet aja engak, tetapi biasanya mereka langsung memprospek anda, dan paling penting biasanya mereka menghina produk non MLM yang anda ceritakan, wah kenapa bisa begini? yook kita bahas lebih lanjut.

Baca lebih lanjut

pebisnis konvensional vs member MLM (2)

ngoahhahahhaha, sebenernya nulis 4 poin sudah mentok, eh tetapi kemarin saya sedang di jamu oleh beberapa rekan kok jadinya malah inget penjamuan member MLM, dan akhirnya nemu perbedaan yang cukup signifikan tetapi lolos dari pengamatan saya, jadinya saya nulis lagi deh. ngoahhahah, tidak usah berlama lama dan berbasa basi karena saya memang lemah dalam hal ini, mari simak beberapa perbedaan antara pebisnis vs member MLM di bagian kedua.

power-point-mlm-fishing-ke-1-25-728

Baca lebih lanjut

pandangan member MLM terhadap pebisnis konvensional

yah, kembali ke pembahasan pandangan antara member MLM yang merasa dirinya pantas di samakan dengan pebisnis konvensional, tetapi hernaya pebisnis konvensional ini juga tidak luput dari ejekan dari member MLM terutama oleh leadernya. ejekan ini tidak luput dari pandangan member MLM itu sendiri, jadi jangan merasa anda sudah menjadi pebisnis konvensional bakalan lepas dari ejekan leader MLM, yang ada anda tetap di ejek oleh member MLM, walau ngejeknya di belakang anda sih. sebenarnya kenapa sih member MLM mengejek para pebisnis konvensional? mari kita bahas

maxresdefault

menjadi member MLM sering sekali mereka menganggap diri mereka sebagai pebisnis, walau aslinya mereka hanya calo produk saja, yah kembali lagi, karena mereka merasa diri mereka adalah pebisnis, seharusnya mereka merasa setara dengan para pebisnis konvensional lainya, tetapi ternyata member MLM merasa jumawa dan besar kepala kalau mereka lebih baik dari pebisnis konvensional. ngoahhaha

Baca lebih lanjut