karyawan vs member MLM (2)

holla, melanjutkan kemarin mengenai karyawan vs member mlm di part 1, dimana thread ini di dedikasikan untuk menjelaskan saat karywan dihina member MLM hanya karena member MLM iri tetapi tidak mau mengakui keirian dan kedengkian mereka disini, yah intinya adalah karyawan VS member MLM merupakan sesuatu yang memang enak untuk di bahas. ngoahahhaha

img_9374

kemarin kita sudah menuliskan empat poin utama dimana yang dibicarakan mengenai hal hal utama perbandingan antara karyawan dengan member MLM dan sekarang kita akan bahas mengenai sesuatu yang lain, yang sebenernya tidak pokok dan tidak harus di alami oleh semua karyawan, tetapi sebenarnya hal ini juga menjadikan poin perbandingan member MLM dengan karyawan, untuk lebih jelasnya mari simak saja deh

massa cuti karyawan vs cuti member MLM

nah bicara mengenai cuti, karyawan mendapatkan hak untuk cuti, dan member MLM tidak memiliki masa cuti karena mereka memang bebas mengatur jadwal dan waktu mereka bekerja, yang membedakan adalah saat karyawan cuti gaji pokok tetap jalan sementara di MLM, saat mereka tidak melakukan prospek bukan berarti penghasilan mereka berhenti, melainkan potensi member yang bergabung berhenti, karena kerja seperti apa saja selama tidak ada member baru yang join mereka tidak akan mendapatkan uang.

bagaimana dengan usaha menjual produk? fleksibel member MLM adalah menjual produk ataupun merekrut member, walau sepertinya merekrut member di anggap lebih reliable dalam bisnis MLM, tetapi unsur menjual produk tidak bisa di lupakan, jika karywan libur maka member MLM saat tidak prospek mereka bisa menjual produk di sela sela liburan, bahkan mereka bisa memprospek di sela sela liburan mereka. hanya saja konsep dari liburan itu sendiri akan hilang, sama aja intinya kerja walau di sambi dengan liburan. ngoahahha

kredit ala karyawan vs kredit ala member MLM

saat memiliki kebutuhan mendadak atau merencanakan membeli sesuatu karyawan bisa mengajukan kredit di bank karena status mereka bekerja jelas, dengan slip gaji yang jelas, dll, sehingga proses mereka kredit di bank menjadi sangat mudah, sementara MLM mau top leader sekalipun untuk melakukan kredit mereka tidak memiliki slip gaji, coba ajukan kredit dengan bukti keanggotaan MLM dan mengajukan kredit dengan slip gaji dari web MLM? pastinya kredit tersebut di tolak, walau yang mengajukan seorang leader.

keanggotaan MLM sendiri tidak memungkinkan seseorang untuk mendapat pinjaman dari bank, beda dengan karyawan. karena balik lagi kepada uang penghasilan karyawan bank yang pasti sementara penghasilan member MLM angin anginan. ngoahhahhaha

12717615_1684596581811125_4404788348714974534_n

training karyawan vs training member MLM

pernah mengikuti pelatihan? entah itu MLM atau bukan MLM, sebenernya pelatihan itu bagus kan? melatih seseorang karywan menjadi memiliki skill khusus untuk pekerjaanya? bagaimana dengan MLM? tentu MLM banyak pelatihan untuk distributor baru dan lama, trik trik mendapatkan penghasilan dll.

tetapi ada beda yang sangat besar, saat pelatihan karyawan, mereka di biayai oleh perusahaan, bayangkan saja saya ingat waktu diajak orang tua say training pulau di bali, di sediakan di kamar suite hotel bintang 4 di yogyakarta untuk transit, sementara saya dan adik saya menginap di kamar deluxe di hotel yang sama, lalu saat terbang kebali mengunakan kelas bisnis maskapai plat merah, abis itu kita menginap di hotel bintang4 di bali selama seminggu, berapa biayanya? gratis, dan gaji orang tua saya di bayar secara full plus dia mendapatkan uang training yang jumblahnya luamyan lah. bisa dibilang saat training karyawan gajinya dibayar full,diberi bonus, keluaranya diajak jalan jalan, dan karyawan mendapatkan skill baru. padahal basic pendidikan orang tua saya hanya karyawan bawah yang lulusan SMA saja. ngoahhaha

bandingkan dengan training member MLM, dimana mereka sering mengadakan training di suatu kota maka member yang hendak mengikuti mengunakan bus ekonomi carteran bahkan menggunakan mobil bak terbuka carteran plus spanduk, terus mereka akan mencari tempat menginap jika training lama, jika tidak mereka tidak menginap, setelah itu member ikut pelatihan, selesai pulang mereka mendapatkan ilmu prospekkah? yah mendapat ilmu prospek walau tidak jauh jauh engak dengan ilmu cari downline, tetapi paranya untuk ikut training mereka harus memiliki kualifikasi tertentu, membayar uang dengan jumblah tertentu dan paling penting segala akomodasi di tanggung mereka sendiri, terkadang member MLM harus patungan untuk membiayai leader MLM yang katanya super kaya loh. ngoahhahaha

intinya adalah karyawan di training dengan gratis plus diberi uang training, sementara member MLM di training harus membayar dan mengeluarkan duit dan pastinya saat mereka training mereka tidak bisa prospek orang, alias pendapatanya mandek, ngoahahhah

kualitas SDM karyawan vs kualitas SDM member MLM

nah ini juga penting, seperti apa kualitas SDM para karyawan? mereka bervariasi, mulai dari yang tidak sekolah hingga lulusan sd, smp, sma, s1, s2, s3, dll. intinya karyawan terdiri dari berbagai macam pendidikan, bagaimana dengan MLM? tentu banyak sekali lulusan dari tidak sekolah hingga sekolah dengan grade tertinggi, hanya saja makin tinggi pendidikan mereka makin sedikit yang join MLM, sekilas dari basic pendidikan kualitas SDM antara member MLM dan karyawan setara, tetapi ternayta tidak, untuk yang tidak berpendidikan tinggi, rata rata member MLM adalah orang yang kebanyakan mimpi kaya tetapi tidak mau berusaha, sementara karyawan adalah orang yang ingin menyambung hidup, sementara dari pendidikan tinggi mereka yang join MLM adalah orang malas yang bermimpi sukses, sementara karyawan antara mereka tidak mau berinofasi, atau cari aman, atau bahkan ingin menjadikan karyawan sebagai batu loncatan saja, di lihat dari basicnya adalah MLM kebanyakan diisi oleh orang malas kebanyakan mimpi dan karyawan di isi oleh orang yang ingin bekerja. makanya bisa di bilang kualitas SDM antara karyawan dan MLM lebih baik karyawan. jika tujuan seseorang untuk menjadi pebisnis maka MLM bukanlah jalan yang tepat, karena dengan uang join MLM sebenernya sudah cukup loh untuk berbisnis kecil kecilan. ngoahhaha

2044731_20150602100208

last, itulah 4 poin tambahan yang membahas karyawan vs MLM, semoga dapat mengisnpirasi para karyawan untuk menyindir balik member MLM, ingat jangan takut di bilang hasil karyawan itu rendah, jika member MLM membangga bangakan harta leader mereka maka karyawan boleh kok membanga bangakan harta direktur perusahaan mereka karena pada dasarnya direktur ya karyawan juga. ngoahahha

11 pemikiran pada “karyawan vs member MLM (2)

  1. bnyak kok member mlm, yg dulunya mghina karyawan malah jd karyawan, yg dulu menghina bisnis konvensional skrg bisnis online shop.

    bahkan ada yg blg pendidikan ga pntg, yg pntg bisnis mlm, akhirnya pasti mingkem..eh mksudnya passive income kagak, kuliah di DO

    *kisah nyata sebutlah upline ane, secara ane mantan member mlm yg alhamdulillah dpt hidayah dan segera bertobat*

    Suka

  2. Mendadak jd teringat suatu ketika di masa lalu,…wkwkwkwk

    Jadi ada nih MLM yg memprospek pegawai2 d tempat ane, kedoknya makan2 syukuran , okelah kami2 ikuti, nah loh ketika prospek udah berbusa, ada rekan rekan pegawai yg kelaparan teriak2 makannya kapan … Ya udah makan deh kami, abis itu pada kagak balik k lokasi, ngrokok2 d luar..wkwkwkwk…

    Yg bikin kasihan adegan d parkiran , abis itu sang motivator MLM pulang bersama team, berjubel pakai mobil p*****r keluaran lama,…padahal para pegawai pakai mobil juga keluaran terbaru (max umurnya 2 tahun) dan masing2 pula ga berjubel2 gt…jadi bahan ketawaan deh d parkiran…salah sendiri juga mau nekad prospek anak2 ministry of finance (yg jelas2 lbh well educated about money) wkwkwkwk

    Suka

Berikan Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s