karyawan vs member MLM (1)

pernah tidak saat anda di prospek MLM anda selalu di iming imingi dengan penghasilan jutaan, sudah di iming imingi biasanya di sertai dengan makian, sumpah serapah, hingga hinaan terhadap kaum karyawan? kayanya sih jadi karyawan hina banget, padahal mereka juga kerja halal, tidak menipu, tidak membohongi orang dll, mereka kerja untuk cari uang, untuk kehidupan mereka dan keluarganya, tidak pernah karyawan ini menyusahkan member MLM, tetapi seperti yang kita tahu member MLM memang kaum SMS (susah lihat orang lain senang) ngoahahha.

mlm-network-marketing-298aff69d356642daa3de9d4ea839e

kadang saya sering merasa iba sama kaum karyawan ini, mereka di hina oleh member MLM tanpa pernah bisa melawan, bukan karena gak mau melawan, tapi tidak paham akan pengiringan opini leader MLM terhadap pradigma MLM vs karyaawan. akibatnya ya yang di contohkan karyawan kelas bawah di versuskan dengan top leader MLM, tentu hal itu tidak adil bukan? jika mau memberikan perbandingan ya yang fair lah misalkan karyawan rendahan dengan downline rendahan, top leader dengan top karyawan, dll. dan di sini saya coma menuliskan sedikit guide untuk contoh karyawan melawan member MLM.

gaji karyawan vs gaji member MLM

ini hal yang paling sering di contohkan oleh member MLM, bahwasanya member MLM sering membandingkan gaji karyawan dengan jadi member MLM, disini yang rancu adalah karyawan yang mungkin hanya staff atau operator di bandingkan dengan gaji seorang top leader. nah di situ saya mengakak sejadi jadinya, coba lah bandingkan staff atau operator dengan gaji sekelas leader yang baru memiliki downline 2 kedalaman? wah bisa jauh member dengan downline cuma 2 kedalaman duitnya tidak nyampai 500 ribu, sementara operator? bisa nyampai 20 juta, itu di BUMN dalam negeri loh? jika di bandingkan operaor pabrik kecil berapa gajinya? yah bisa dibilang antara 2,5-7 jutaan perbulan,

jika mau membandingkan sekelas cleaning service, ya bandingkan saja dengan member yang kroco, member belum dapat downline, berapa sih penghasilanya ? 0 rupiah, bandingkan dengan kroco paling bawah di pabrik? minimal UMR lah, itupun dapet tambahan jika lembur, sementara member MLM tidak pernah bisa mendapatkan uang seberapapun banyaknya jika mereka tidak mendapatkan downline. ngoaahhahah

lalu bagaimana jika member MLM menyebutkan gaji top maha leader yang seperti nabi dimata mereka? jawabanya simpel, bandingkan top leader dengan top karyawan, yaitu CEO atau bisa disebut secara familiar sebagai presiden direktur. ngoahahha, jadi top lelader yang menganggap uang puluhan bahkan ratusan juta perbulan di bandingkan dengan gaji CEO tentu kalah jauh lah MLM. apalagi kadang MLM menyebut perusahaanya terbesar seindonesia, terbesar seasia, perusahaan nomor sekian dunia, yah bandingkan saja dengan gaji CEO / presiden direktur / direktur utama dari perusahaan di indonesia saja, sebut saja gaji dirut pertamina, dirut djarum, dirut sampoerna, dirut indosat ooredoo, dirut telkomsel, dirut telkom, dll. masa perusahaan nomor 1 gak berani lawan perusahan yang gak pernah ngaku nomor 1? compare gaji mereka lah? pasti akan kelihatan bahwasanya member MLM tidak ada apa apanya dibandingkan karyawan dari segi gaji selama mereka di bandingkan dengan fair (apple to apple)

maxresdefault

tunjangan karyawan vs tunjangan member MLM

secara singkat saja, mungkin anda tahu tunjangan karyawan, dari tunjangan istri, anak, tunjangan kesehatan, dan tunjangan lain lainnya, sementara di MLM? boro boro tunjangan seperti itu, saat prospek saja air mineral gelasanpun harus patungan. ngoahhahaha

pensiun karyawan vs pensiun MLM

nah ini yang sering di janjikan oleh member MLM, bahwa member MLM bisa pensiun dan menikmati pasif income, tetapi heranya sadarkah anda sampai saat ini tidak ada top leader MLM yang telah menikmati masa masa pensiun yang sebenarnya, mereka tetap memprospek, tetap mencari downline, tetap mengisi pembicara di seminar MLM? sekarang kalau memang pasif income itu ada, kenapa leader MLM harus memprospek? apakah karena mereka ingin membantu orang kesulitan? kalau membantu ya jangan setengah setengah, modalin sekalian. ngoahahha. nah beda dengan karyawan, setelah bekerja beberapa tahun dan menempuh masa pensiun mereka ada yang mendapatkan pensiun ada yang mendapatkan pesangon, jika mereka yang mendapatkan pensiun mereka tidak perlu bekerja dan mendapatkan uang secara pasif setiap bulan, sementara mereka yang mendapatkan pesangon, pesangon tersebut bisa digunakan untuk berbisnis, saat mereka berbisnis tentu mereka mendapatkan pemasukan yang layak, dan ada kemungkinan hidupnya tetap tersambung. walau tidak pasif income.

nah pertanyaanya jika karyawan ada yang mendapatkan pensiun dan ada yang tidak bagaimana dengan member MLM? leader saja harus tetap kerja memprospek terus terusan, apakah sekelas leader kelas bawah atau member tanpa downline bisa mendapatkan pasif income? tidak kan? makanya member MLM terlalu sentimental terhadap karyawan, karena pensiun salah satunya. ngoahhahaha

12473501_1550332008624622_8537334323915391943_o

waktu kerja karyawan vs MLM

di sini sering di sebutkan bahwasanya karyawan bekerja seperti budak dimana mereka bekerja hingga tidak dapat menikmati hidup, liburan saja susah, jalan jalan susah, uang sedikit, dll. tetapi apakah hal tersebut benar? yah menjadi karyawan bisa di bilang mereka taat peraturan, peraturan salah satunya adalah jam kerja, dan jam kerja karyawan itu jelas, misalkan 8 jam dalam sehari, atau 48 jam seminggu, sementara lebih dari itu di hitung lembur, walau ada juga yang bekerja lebih dari yang di jadwalkan karyawan tidak mendapatkan uang lembur, lalu bagaimana dengan MLM? di MLM sendiri jam kerja tidak pernah dibatasai, tetapi kembali lagi dalam prakteknya, nasib member MLM terutama downline, mereka di paksa secara halus untuk bekerja dari pagi ketemu dinihari, hanya demi prospek, duplikasi, seminar, dan terus terusan di ulang, saat di tanyakan member MLM terutama leader akan memberikan kebebasan untuk memilih antara bebas menentukan waktu kerja tetapi di sindir dan di berikan contoh hidup susah atau bekerja rodi dengan motivasi motivasi sukses. dan biasanya member MLM secara terpaksa bekerja rodi, jangankan uang lembur, gaji pokokpun member MLM tidak dapat. ngoahahhahah

yah itu adalah beberapa balada antara member MLM vs karyawan, banyak sekali perbedaanya, dan di antara perbedaan tadi kelihatan kan kenapa member MLM benci sekali menjadi karyawan? jika karyawan di lawan sama pebisnis mungkin karyawan akan kalah, masalahnya apakah member MLM adalah pebisnis? bisnis kok digaji perusahaan MLM ngoahahha

11 pemikiran pada “karyawan vs member MLM (1)

  1. setuju….
    dan betul pensiun di mlm juga bohong adanya…..banyak leader2 top dari perusahaan mlm internasional yang pd akhirnya juga tdk bisa benar benar pensiun spt yg dijanjikan perusahaannya…..kalau mereka tidak aktif bikin seminar, prospek orang maka pelan pelan bisnisnya akan turun……dan kalaupun mereka pensiun dari mlm mereka juga mengerjakan hal lain…seperti mengajar, jadi “motivator” atau malah menjalankan bisnis konvensional….saya kenal beberapa org yg sebelumnya adalah top leader di mlm hehehe…..
    jam kerja yang katanya paruh waktu juga cuman iming iming….apalagi kalo karyawan yg menjalankan mlm….kasian…malah ngga ada waktu buat keluarga…pulangnya malam, sabtu minggu harus presentasi dan seminar…..padahal perkembangan bisnis juga belum pasti…..hadeeh….

    Suka

  2. Ada benar ada salahnya, saya juga menuliskan banyak hal tentang bisnis MLM, sesuai pengalaman pribadi saya berbisnis Oriflame sih.

    Bukan katanya ini katanya ono 😀

    Sharing pengalaman pribadi memang lebih asyik ketimbang cuman mendengar aja 🙂

    Suka

Berikan Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s